Manfaat Pembelajaran Bahasa
Inggris Berbasis Komputer
Tidak
diragukan lagi bahwa komputer merupakan media mengajar yang hebat, khususnya
dalam pengajaran bahasa dalam berbagai aspeknya, seperti penguasaan kosakata,
tatabahasa, komposisi, pronunciation, atau communicative skill lainnya. Berikut
ini akan dipaparkan beberapa keuntungan dari penggunaan komputer untuk
pengajaran bahasa.
Motivasi dan Ketertarikan
Disadari atau
tidak, di dalam kelas, guru sering menyuruh siswa melakukan latihan secara
berulang-ulang dengan harapan siswa dapat memahaminya. Namun, cara ini sering
membosankan, dan membuat frustrasi yang pada akhirnya siswa tidak tertartik dan
termotivasi untuk belajar bahasa asing.
Individualisasi
Terkadang
beberapa siswa membutuhkan waktu tambahan dan latihan secara individu untuk
menguasai apa yang dipelajarinya. Komputer menawarkan cara belajar mandiri
tanpa harus takut salah, malu, atau dimarahi guru. Cara ini dapat dilakukan
siswa berulang-ulang sampai mereka memahami tujuan pelajaran tersebut. Dengan
kata lain, komputer memberikan perhatian lebih individualistic kepada siswa
untuk menjawab dan perintah-perintah yang diberikan.
Kesesuaian Cara Belajar
Siswa memiliki
cara belajar yang berbeda-beda. Banyak siswa belajar merasa lebih efektif jika
cara belajar yang diusung guru sesuai dengan cara pandang mereka. Masalah
serius akan muncul bila ternyata guru lebih asik mengembangkan caranya sendiri
tanpa mempertimbangkan apakah cara mengajar tersebut sesuai dengan cara belajar
siswanya. Untuk itu, komputer dapat digunakan untuk mengadaptasi pengajaran
menurut cara siswa secara individu.
Error Analysis
Pangkalan data
komputer dapat digunakan oleh guru untuk mengelompokkan dan membedakan
jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan menghitung berapa banyak
kesalahan itu terjadi. Kesalahan tersebut dapat dikelompokkan menurut
tatabahasanya, penggunaan kata, atau penulisannya. Dalgish (1987) dalam
Ravichandran (2007) menemukan bahwa orang Cina lebih cendrung tidak menggunakan
article a/an dari pada the. Dalam hal ini, komputer dapat menganalisis
kesalahan-kesalahan spesifik yang dibuat oleh siswa.
Pemandu
Pengolah kata
(word-processor) dalam komputer merupakan program yang sangat efektif dalam
memandu pengajaran, terutama dalam menulis. Kemampuan yang dimilikinya untuk
membuat, dan memanipulasi teks dengan mudah merupakan keunggulan lain dari
program pengolah kata. Program tersebut dapat dengan mudah memandu siswa dalam
membuat paragraph, menentukan kesalahan pengetikan, dan pemilihan kata. Keuntungan
yang diperoleh guru adalah bahwa guru tidak perlu mengontrol dengan penuh
kesalahan yang dibuat oleh siswa karena komputer telah otomatis menjadi pemandu
mereka.
Internet
Munculnya
Internet dan penggunaan TIK yang telah secara luas mempengaruhi kehidupan
manusia telah menciptakan peluang baru dalam bidang pengajaran bahasa. Karena
hampir semua content yang tersedia dalam Internet berbahasa Inggris, para guru
bahasa Inggris dapat dengan mudah mengakses berbagai macam bahan bacaan tanpa
perlu bayar. Khususnya di Negara non-English, seperti Indonesia, dimana masih
sulit mencari bahan bacaan yang relevan dan up to date, Web merupakan sumber
informasi yang tak ternilai, baik dalam memperoleh bahan pengajaran, maupun
untuk mengeksplorasi dunia hanya dengan mengklik mouse.
Dari sudut siswa,
Muehleisen (1997) menyatakan bahwa siswa tertarik memanfaatkan Internet dengan
tiga alasan. Alasan pertama, siswa memandang Internet sebagai trend dan ingin
menjadi bagian darinya. Alasan kedua, siswa menyadari bahwa mayoritas informasi
yang beredar di Internet adalah berbahasa Inggris, dan mereka mulai memahami
istilah-istilah tertentu yang bermanfaat dalam penguasaan keahlian berbahasa
Inggris. Alasan ketiga, Internet juga menawarkan pengalaman praktek berbahasa
langsung dengan memberikan siswa pengalaman functional communicative yang akan
mampu memotivasi mereka dalam menggunakan bahasa Inggris sehari-hari.
Alasan Penggunaan Internet dalam Kelas
Bahasa Inggris
Banyak
argumentasi yang dikemukan oleh berbagai penulis tentang manfaat Internet untuk
pengajaran bahasa, terutama bahasa Inggris. Berikut ini akan dijelaskan alasan
pentignya Internet untuk pengajaran bahasa Inggris:
·
Belajar
menggunakan komputer dengan sendirinya dapat memotivasi untuk belajar bahasa
Inggris. Berdasarkan pengalaman dari Muehleisen (1997) bahwa masih banyak
siswanya yang belum mempu menggunakan komputer, tetapi ketika mereka diajarkan
bagaimana pentingnya memahami komputer, rata-rata siswa akan tertarik dan ingin
menguasainya.
·
Internet
menempatkan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Siswa dapat memahami
bahwa mayoritas informasi yang beredar di Internet adalah berbahasa Inggris.
Mereka juga menemukan bahwa mereka dapat menggunakan bahasa Inggris sebagai
media untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia, dan tidak
hanya terbatas pada Negara yang berbahasa Inggris saja. Tentu saja siswa ingin
berkomunikasi dengan native speaker, tetapi banyak dari siswa lebih ingin
berkomunikasi dengan orang-orang dari Negara-negara lain.
·
Internet
merupakan media interaktif. Walaupun siswa dalam taraf coba-coba dalam
melakukan browsing di Internet, tetapi tanpa disadarinya mereka telah berpikir
dan berusaha menggunakan istilah-istilah tertentu dalam bahasa Inggris, dan
hasilnya dapat mereka peroleh seketika itu juga. Selain itu, hampir semua web
site menyediakan alamat e-mail, sehingga siswa dapat mengajukan pertanyaan atau
mengirim komentarnya.
·
Fasilitas
untuk menggunakan Internet relatif mudah diperoleh. Di beberapa Negara maju,
fasilitas Internet telah tersedia di labor komputer. Namun, kondisi yang sama
belum sepenuhnya ada di Negara berkembang, seperti Indonesia. Hanya ada pada
beberapa sekolah tertentu saja. Walaupun demikian, dengan perkembangan TIK saat
ini, hampir di setiap sekolah telah memiliki labor komputer, namun belum
terhubung dengan Internet. Padahal fasilitas itu dengan mudah diaplikasikan
dengan menghubungkan komputer via telepon (telkomnet instant)
Komponen yang Dibutuhkan
1. Integration
Yang paling
penting dalam program pendidikan bahasa Inggris harus terintegrasi, bukan
merupakan program tambahan. Guru harus terlibat langsung dengan program
tersebut, misalnya pemberian pekerjaan rumah dan interaksi kelas
2. Kemampuan Komputer
Siswa tidak
selalu memiliki keahlian dalam menggunakan komputer, terutama dalam menggunakan
Internet. Tetapi, berdasarkan pengalaman Trokeloshvili, (2007) siswa tidak
harus memiliki keahlian khusus untuk menggunakan Internet. Dari 230 siswa yang
diajarnya, hanya 3 orang yang memiliki e-mail, dan hanya 10 orang yang terbiasa
menggunakan komputer. Lebih lanjut dijelaskan bahwa yang paling terpenting
adalah mengajarkan langkah-langkah sederhana bagaimana menggunakan komputer dan
Internet
3. Keaktifan Guru
Guru harus aktif
memotivasi siswa untuk memnggunakan Internet. Kalau perlu, guru harus membuat
handout atau petunjuk menggunakan komputer dan Internet, terutama bagaimana
menggunakan web browser atau mengirim e-mail.
Teknik Pengajaran Menulis dengan Bantuan
Internet
Teknik pengajaran
bahasa yang ditawarkan oleh Krajka (2007) sangat sederhana dan relatif lebih
mudah untuk diterapkan di kelas. Krajka menawarkan tiga elemen dasar dalam
pengajaran bahasa terutama menulis, yaitu website yang akan digunakan siswa
untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, e-mail yang akan digunakan untuk
mengirim dan menerima informasi dari manapun juga, dan web publishing yang
digunakan untuk menerbitkan karya siswa tersebut.
Dari tiga elemen
tersebut, Krajka telah melakukan serangkaian percobaan dan inovasi dalam
pengajaran bahasa sebagai berikut:
1. A Letter to a Friend
Sebagai
pengenalan aktivitas menulis surat ke sahabat, siswa diminta untuk mengakses
www.mario.com/card.htn, suatu situs yang menyediakan kartu dan gambar animasi
yang dilengkapi dengan musik, dll secara gratis. Aktivitas ini dianggap
menyenangkan oleh siswa sewaktu mereka memilih kartu-kartu lucu, dan menulis
beberapa baris kata kepada temannya. Setelah itu, mereke diharuskan mengirim
kartu tersebut kepada temannya melalui e-mail. Persyaratan yang diharuskan oleh
situs ini adalah siswa harus telah memiliki e-mail sendiri.
2. A Formal Letter
Sewaktu
mengajarkan A Formal Letter, siswa diminta untuk mengunjungi situs World
Wildlife Fund (http://www.panda.org/home.cfm). Di situs tersebut, siswa dapat
membaca masalah-masalah yang terjadi di seputar dunia mereka, khususnya tentang
spesies langka yang ada di muka bumi ini.
3. A Description of a Person
Siswa diminta
untuk menggambarkan seseorang yang dipilih berdasarkan keinginanannya (bisa
salah seorang teman sekelas, atau guru yang sangat mereka kenal). Kemudian
siswa disuruh membuat tulisan pendek tentang orang tersebut. Tulisan tersebut
dikirimkan kepada siswa lain melalui e-mail. Siswa yang menerima e-mail
tersebut harus mampu menduga siapa yang dimaksud oleh si pengirim.
4. An Argumentative Essay (Berpasangan atau Berlawanan)
Siswa diberikan
bacaan tertentu yang dianggap mampu memancing argumentasi siswa dan lebih
mutakhir sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Bahan bacaan tersebut biasanya
yang berhubungan dengan masalah remaja. Bacaan tersebut akan diranking oleh
guru, baik dari sisi gramatikanya, kekayaan leksikalnya maupun isi bacaannya
juga. Agar siswa lebih terbantu dalam menulis essay yang benar-benar sesuai
dengan situasi sebenarnya, maka siswa diarahkan untuk mengakses situs Ohio
University CALL Lab menyediakan topik-topik untuk essay dengan alamat
http://www.ohiou.edu/esl/project/index.html. Siswa diminta untuk mengeksplorasi
essay tersebut dan apabila ada argumentasi yang meragukan, siswa dapat mengakses
informasi dari situs tersebut atau situs lain yang berhubungan dengan topik
tersebut.
5. A Description of a Festival of Ceremony
Internet yang
berdasarkan defenisi umum merupakan multi cultural dan tanpa batas, merupakan
sumber informasi yang terbaik untuk mengetahui adapt istiadat dan kebiasaan
Negara lain di muka bumi ini. Berselancar di Internet dan mengekplorasi tradisi
dan kebudayaan atau upacara-upacara yang belum diketahui, seperti sama dengan
menonton film, mendengar musik tradisional atau gambar-gambar yang dapat
memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi siswa.
Untuk
mendeskripsi suatu festival atau perayaan yang lebih otentik dan bermakna,
siswa dibimbing untuk mengekplotasi potensi yang ada di WWW. Siswa diminta
untuk memilih salah satu festival atau perayaan yang dapat mereka telusur di
www.tourism.com. Siswa diharuskan menulis kembali festival atau perayaan yang
mereka pilih dan dilengkapi dengan gambar-gambarnya.
6. A Newspaper Report
Telah dijelaskan
sebelumnya, bila membicarakan penelusuran informasi melalui Web maka sudah
seharusnya informasi yang dicari adalah informasi yang sedang terjadi atau yang
sedang hangat dibicarakan. Surat Kabar on-line merupakan sumber informasi
virtual terkini yang dapat diperoleh secara gratis. Untuk mengakses indeks
surat kabar dari berbagai penjuru dunia dapat mengakses
www.onlinenewspaper.com. Siswa diminta untuk mencari berita terkini dan membuat
ringkasan dari berita tersebut, membaca tajuk utama dan meminta mereka untuk
membuatnya menjadi suatu kalimat yang utuh, memprediksi dan merekonstruksi isi
dari suatu artikel, membandingkan penyajian berita yang sama dari surat kabar
Negara lainnya. Selain itu, siswa diminta untuk mengamati kejadian di
sekelilingnya, dan kemudian menulisnya dalam bentuk berita.
7. A Description of a Place
Web merupakan
tempat yang tepat untuk mencari tempat yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Untuk itu, siswa diminta untuk mengakses situs www.travel.com atau www.go.com.
Siswa diminta untuk mendeskripsikan tempat yang ingin mereka kunjungi itu.
Selain itu, siswa diharuskan membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat yang
mereka kunjungi tersebut.
Hampir sama
dengan konsep Krajka di atas, Tan (2007) mengusung perpaduan konsep Cooperative
Learning dan Teknologi Informasi dengan teknik membaca K-W-L.
1. K – what I
Know – guru memandu siswa untuk brainstorming dengan apa yang mereka ketahui
dengan suatu topik dan bagaimana cara mereka memperoleh informasinya. Kemudian,
guru membantu siswa untuk mengeluarkan ide-idenya ke dalam kategori-kategori
yang lebih umum.
2. W- what I Want
– Selagi siswa memikirkan topik dan kategori umum dari suatu informasi, mereka
harus membuat pertanyaan-pertanyaan dari topik yang ingin mereka ketahui.
3. L – what I’ve
Learned – Siswa membaca teks (cetak atau elektronik) untuk menemukan jawaban
dari pertanyaan mereka. Selama membaca, siswa akan memperoleh pengetahuan baru
dari apa yang telah mereka pelajari. Mereka akan terus mencari jawaban dari
bacaan lain yang mereka cari sendiri.
Prosedur
pelajaran yang dikembangkannya dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Pre-Writing
Pelajaran ini
diawali dengan penjelasan guru ke siswa tentang suatu topik yang akan mereka
pelajari, misalnya Endangered Animal. Masing-masing siswa menulis salah satu
tema sebagai berikut:
(a) A day in the
life on endangered animal
b) My most
memorable experience as a (nama dari suatu endangered animal, misalnya anak
panda, dll)
(c) My most
frightening experience as a (nama dari suatu endangered animal, misalnya
harimau Sumatera, dll)
Setelah itu, guru
menjelaskan bahwa mereka akan bekerja secara berpasangan untuk mencari
informasi tersebut dan melakukan riset pada Web yang sesuai dengan topik dan
nama binatang yang mereka setujui bersama. Selama riset, mereka diperkenankan
untuk menelusur informasi yang relevan mengenai tempat, karakter, dan plot dari
cerita yang mereka tulis. Setelah siswa memperoleh informasi tersebut, guru
memilih salah satu endangered animal, misalnya harimau. Siswa disuruh untuk
memberikan pendapatnya tentang harimau tersebut. Pendapat siswa tersebut
diketik pada MS Word Document yang dipantulkan pada layar agar seluruh siswa
bisa melihatnya. Keuntungan dari cara ini, guru dapat menghapus dan menyalin
pendapat siswa tersebut secara langsung. Ketika siswa memberikan pendapatnya
tentang harimau tersebut, guru membantu siswa untuk menyusun kembali ide-ide
mereka ke dalam kategori-kategori tertentu, seperti:
(a) Physical
Characteristics
(b) Natural
Habitats
(c) Diet
(d) Social Habits
(mating, Hierarchy, etc)
(e) Reasons why
they are endangered
(f) Ways and
efforts to save them
Guru kemudian
menjelaskan bahwa kategori tersebut dapat dijadikan kata kunci untuk mencari
informasinya di Internet. Pada tahap ini, siswa telah melangkah pada tahap K.
Dengan
menggunakan Lembaran Strategi K-W-L per siswa, masing-masing anggota kelompok
menggunakan kolom K untuk mencatat pengetahuan awal yang mereka peroleh.
Masing-masing anggota membandingkan informasi yang mereka peroleh dan membuat
pertanyaan-pertanyaan pada kolom W. Setelah itu, masing-masing anggota harus
memutuskan pertanyaan-pertanyaan mana yang paling menarik untuk ditanyakan.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kelompok lain dapat mencari
jawabannya melalui Internet. Jawaban yang ditemukan tersebut, kemudian dibagi
dengan pasangannya. Masing-masing pasangan akan mencari pasangan dari kelompok
lain yang sama binatangnya. Guru memilih beberapa orang siswa untuk menyajikan
temuan-temuannya ke depan kelas. Siswa juga diminta untuk menjelaskan
pertanyaan mana saja yang masih belum terjawab. Pertanyan-pertanyaan yang tak
terjawab tersebut harus dicari jawabannya oleh setiap siswa melalui Internet.
Jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut dimasukkan pada kolom.
2. Writing
Guru meminta
siswa untuk membuat pekerjaan rumah dengan menulis kembali bagaimana cara
mereka memperoleh informasi selama melakukan riset. Siswa diminta membuat esay
dalam bentuk draft yang telah diketik dan dapat ditambah dengan gambar-gambar.
Esay yang telah ditulis tadi, kemudian diperiksa oleh anggota kelompoknya
dengan menambahkan komentar (pada MS Word menggunakan perintah Insert Comment
atau dengan menggunakan kode warna).
Kesimpulan
Perlu diingat
bahwa penggunaan komputer dalam pengajaran bahasa bukan dimaksudkan sebagai
alternatif pengajaran bahasa, melainkan hanya sebagai alat untuk mengajarkan
bahasa. Penggunaan komputer akan memperkaya pengajaran bahasa itu sendiri,
apalagi dipadukan dengan pemanfaatan Internet. Dengan Internet, siswa tidak
saja memperoleh “mainan” baru, tetapi juga dapat memperoleh informasi lebih
otentik dan menarik. Namun yang paling penting adalah bagaimana guru dapat
secara aktif menggali potensi siswa dan memanfaatkan teknologi informasi untuk
mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan secara inovatif dan menarik.
Daftar Pustaka
Deni Darmawan.
2001. Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosda Karya
http://www.it-jurnal.com/2014/08/manfaat-komputer-dalam-dunia-pendidikan.html
Krajka, Jarek.
2007. Using the Internet in ESL Writing Instruction. http://iteslj.org/
Techniques/Krajka-WritingUsingNet.html.
Nasution, S.
(2012). Teknologi Pendidikan. Cetakan Ke-7. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Nugroho, Yanuar.
(2004). Memilih dan Menggunakan Komputer.Cetakan Ke-6. Jakarta: Puspa Swara,
Anggota IKAPI.
http://tiaraazam.blogspot.co.id/2016/01/komputer-dalam-pengajaran-bahasa.html
No comments:
Post a Comment