JURNALISTIK: FEATURE
Mengunjungi Floating
Market
Bertepatan
dengan libur Nasional tanggal 6 dan 7 Mei 2016, saya dan keluarga (adik, mama, papa)
berlibur ke Bandung. Cuaca di hari Jum’at waktu itu cerah, sehingga membuat
kami semakin bersemangat untuk liburan. Kami berangkat dari bekasi tepat
setelah sholat Jum’at, dan kali ini saya yang menyetir mobilnya. Sebenarnya ini
bukan pertama kali untuk saya menyetir mobil yang jaraknya lumayan jauh, karena
saya pernah menyetir dari Bekasi ke Semarang dan pulangnya pun saya juga yang
menyetir. Karena kondisi badan saya lebih fit daripada papa. Jadi, menyetir
mobil ke Bandung bukan hal besar. Itu menyenangkan!
Kami sampai pada pukul 14:30 siang, keluar lewat tol Pasteur,
dan segera mencari penginapan. Karena sebelumnya kami sempat ingin booking
hotel di salah satu aplikasi, namun semua hotel yang kami cari semuanya sudah
full karna libur ini. Di daerah Pasteur, kami berkeliling mencari hotel dan
akhirnya kami menginap di The Majesty Hotel. Kamar yang tersisa tinggal 1 di
lantai 1 yang harganya cukup mahal, tapi karena papa takut susah mencari hotel
lagi, papa langsung memesan kamar itu. Kami beristirahat sejenak, sholat, dan
membereskan tas. Setelah itu, kami pergi keluar untuk mencari makan dan
mengunjungi rumah om saya yang tinggal di Bale Indah. Hujan turun di kota
Bandung. Kami berteduh dan sekaligus makan di Richeese Factory yang tepatnya
berada di Jalan Martadinata, Bandung. Suasana jalanannya cukup ramai, karena
memang cuma untuk 2 mobil saja. Disana kami juga berkunjung ke beberapa toko
antik hanya untuk melihat-lihat saja. Setelah itu, kami bergegas untuk kerumah
om. Jalanan untuk menuju kesana cukup lama, karena mobil hanya bisa jalan
pelan-pelan. Kami sampai pada pukul 19.00. Disana saya dan adik saya bertemu adik
sepupu kami yang berusia 5 tahun, yang bernama Siti Azzahra. Kita memanggilnya
dedek Zahra. Kami menghabiskan waktu cukup lama disana. Menghabiskan waktu
dengan makan malam bersama, mengobrol, dan juga bermain dengan Zahra. Pukul 22:30, kami pun kembali ke hotel karena saya dan keluarga memang sudah berencana
untuk pergi ke Floating Market di Lembang, sehingga besok kami harus berangkat
pagi-pagi. Setelah sampai di hotel, kami langsung tidur karna hari itu cukup
melelahkan.
Hari sabtu ini cerah. Tidak mendung, tidak ada tanda-tanda
datangnya hujan. Sepertinya ia tau kalau kami ingin liburan... kami
bersiap-siap untuk pergi ke Floating Market. Namun sebelum itu, kami sarapan
terlebih dahulu di hotel. Sekitar jam 9:00 kami berangkat ke Floating Market. Jalan utama menuju Lembang sangat padat. Untungnya, kami tau jalan pintas untuk kesana, sehingga kami hanya membutuhkan sekitar
1,5 jam untuk sampai ke Lembang tanpa macet. Sekitar pukul 11:00 kami sampai di
Floating Market. Hawanya sejuk sekali. Banyak juga orang yang berkunjung
kesana, entah untuk refreshing, belanja, berfoto-foto, atau hanya melihat-lihat
saja. Harga tiket masuk untuk 1 orang hanya 15.000 rupiah. Tiket masuk pun bisa
ditukarkan dengan hot cappuccino atau hot chocolate. Pas sekali dengan hawa
yang dingin. Kami berfoto di pintu masuk. Terdapat tulisan “Floating Market
Lembang” dan juga dibentangi dengan danau yang luas.
| Floating Market Lembang |
| bersama mama kesayangan |
Kami berkeliling untuk melihat isi dari Floating Market itu
sendiri. Tempatnya sangat luas. Banyak pepohonan dan bunga-bunga. Cocok sekali
untuk refreshing karena pemandangannya sangat asri. Belum berapa lama kita
disana, hujan turun cukup deras. Beruntung kami menemukan tempat duduk
sekaligus tempat berteduh untuk kita berempat. Kami menunggu sekitar 15 menit
sampai hujannya reda. Setelah itu kami lanjut berkeliling untuk cari makan
siang. Saya dan mama memilih untuk makan bakso. Sedangkan adik dan papa
memilih untuk makan ayam dan lalapan. Hujan pun turun lagi, namun sama seperti
tadi, hanya sebentar saja. Setelah hujan reda dan perut kenyang, kami pun
mencari mushola untuk melaksanakan sholat dzuhur. Setelah sholat, kami pun
lanjut berfoto-foto. Sekitar pukul 14:00 kami pulang karena kami ingin pergi
belanja di jalan Martadinata dan juga untuk menghindari macet. Tapi tetap saja
kami terjebak macet yang cukup lama. Saya sangat benci macet, karna itu membuat
saya mengantuk ketika berkendara. Sekitar pukul 17:30 kami sampai di Jalan
Martadinata, dan mengunjungi outlet The Secret. Kami membeli beberapa baju dan
jaket. Mood saya mendadak jelek karena lelah menyetir dan mengantuk. Setelah berbelanja,
kami mampir ke warung bajigur dan makan gorengan. Saya hanya makan sedikit
karena sudah sangat lelah.
Hari
itu sangat melelahkan. Ketika masuk tol pun sangat macet, sampai saya merengek
untuk minta gantian nyetir dengan papa. Akhirnya saya dan papa bergantian,
dan saya tertidur pulas sampai kami tiba di rumah.
No comments:
Post a Comment