THE
HELP
From
Minny’s Perspective
And
Moral Value
Review
Pada
awal 1960-an, perbedaan warna kulit di Amerika masih sangat marak. Perbedaan
antara kulit putih dan kulit hitam ini sangat menyedihkan dan merugikan bagi
kaum kulit hitam yang berada di kota Jackson, salah satu kota di Amerika. Film
ini menceritakan tentang bagaimana kaum kulit hitam menjalani hidup yang keras
karna adanya diskriminasi ras kulit hitam pada era itu. Mulai dengan tempat tinggal
yang harus dipisahkan dengan kaum kulit putih. Para perempuan dan laki-laki
dengan ras kulit hitam pun seperti sudah dilahirkan untuk menjadi pelayan, dan
bekerja untuk ras kulit putih. Bahkan, beberapa dari kaum kulit putih pun
menganggap jika ras kulit hitam mempunyai suatu jenis penyakit yang menular
jika bersentuhan dengan mereka.
Euginia
Skeeter adalah seorang penulis dan juga seorang wartawan dari sebuah kantor
surat kabar. Dia adalah seorang wanita cerdas, lulusan dari salah satu Universitas ternama, dan juga wanita yang
sangat rendah hati, dan memiliki pandangan jika sesama manusia harus
mendapatkan keadilan, dan tidak hanya dibatasi oleh warna kulit.
Pada
saat itu tidak ada satupun pembantu berkulit hitam yang berani membuka suaranya
dan isi hatinya terhadap majikan-majikannya yang berkulit putih hanya karena
mereka takut akan mimpi buruk kehilangan pekerjaan yang telah menjadi sumber
penghasilannya. Skeeter berniat untuk membuat sebuah buku yang berisikan
tentang pengalaman para pelayan kulit hitam terhadap perbedaan ras warna kulit
ini. Skeeter berhasil mengambil hati Aibileen seorang pembantu berkulit hitam
dari rumah Ny. Elizabeth yang juga seorang teman dekat nya Skeeter untuk
menjadi salah satu narasumber untuk bukunya.
Awalnya
hanya Aibileen yang menjadi narasumber, namun sahabatnya Minny bersedia untuk
menjadi narasumber karna dia sudah lelah dengan kehidupan di lingkungannya yang
tidak adil itu. Dengan banyaknya kejadian sewenang-wenangnya yang dilakukan ras
kulit putih terhadap ras kulit hitam di kota Jackson, para pelayan bersedia
untuk menjadi narasumber untuk buku karangan Skeeter, dan menceritakan semua
pengalaman pahit manis mereka ketika bekerja dan tinggal bersama ras kulit putih.
Buku
karangan Skeeter pun diterbitkan, dan banyak mendapatkan respon positif dan
para pembacanya. Walaupun beberapa dari mereka tidak suka dengan buku itu karna
mendapati cerita mereka di dalam buku tersebut. Dengan terbitnya buku itu,
menambahkan semangat besar bagi para pelayan kaum kulit hitam dan membuat
mereka menjadi berani satu langkah ke depan untuk menjadikan kehidupan mereka
ke kehidupan lebih baik.
Minny’s Perspective
Minny adalah perempuan yang sangat
berani. Dia mengerti bagaimana caranya memperlakukan kaum kulit putih agar dia
tetap bisa diperlakukan adil. Hanya saja karna ras kulit hitam disana sangat
tidak disukai dan tidak pernah dibela, membuat Minny tidak berdaya dengan
segala cara yang dia lakukan untuk kehidupannya yang lebih baik.
Minny sempat putus asa ketika dia
dipecat dari majikannya yang sangat tidak menghargainnya, namun itu tidak
membuat Minny putus asa dan dia tetap berusaha untuk menjalani kehidupannya
agar bisa tetap hidup untuk menghidupi anak-anaknya. Lalu Minny menemukan Miss
Celia, seorang wanita kaya raya yang sangat baik hati, dan memintanya untuk
bekerja untuknya. Miss Celia sangat memperlakukan Minny dengan baik, dia tidak
pernah berlaku kejam kepada Minny dan tidak pernah memperlakukannya seperti
para majikan yang memperlakukan pelayannya dengan hanya melihat warna kulit.
Miss Celia beruntung bertemu dengan Minny karena Minny banyak membantu Miss
Celia pada banyak hal, dan Minny juga sangat beruntung mempunyai majikan yang
sangat baik kepadanya.
Minny sempat melakukan pembalasan
dendam pada majikan sebelumnya dengan memberikan pie kesukaan majikannya yang
berisikan kotorannya. Mungkin tidak pernah ada pelayan yang pernah melakukan
ini, namun Minny melakukan itu karna dia sudah dibatas kesabarannya, dan dia
tidak bisa menerima lagi setiap perlakuan buruk dari kaum kulit putih. Dan ini
adalah hal yang normal bila Minny ingin melakukan pembalasan, karna majikannya
benar-benar kejam.
Melakukan
suatu hal yang membutuhkan keberanian adalah hal yang sulit, namun jika kita
tidak bisa mengumpulkan keberanian itu, kita akan terus terpojokkan dengan hal-hal
negatif disekitar kita yang dapat menjatuhkan harapan dan menjadikan kita orang
yang lemah. Kehidupan memang terasa tidak adil jika kita tetap pasrah menerima
apa yang kehidupan berikan untuk kita. Namun jika kita tetap yakin dan
berusaha, kita bisa memilih apa saja yang kita inginkan. Kehidupan akan
memberikan segala sesuatu yang sudah kita usahakan.

No comments:
Post a Comment